Memandang kupu-kupu
ditanganmu indah sekali
lagi mempesona
sedang tanganku
masih ulat diatasnya
selalu ku bertanya
kupu-kupu darimana kau dapatkan
ingin pun ku membelai di
pelupuk mata atau
pelipur lara antara tidur dan jagaku
Alangkah indah warna mu kau miliki
bertanya hatiku dimana kau membeli atau kebun mana dipetiknya
Ya Allah,
kepompongku belum berubah jua
sementara tubuhnya basah airmata
cucuran curah keinginan
atas derak-derak kesedihan
inikah tanda sayang atau takdir yang berkembang ;
" kupu-kupu ditanganmu adalah sesuatu yang sesungguhnya dititipkan oleh Tuhan "
Rudy prayala
1 juni 2010
Tidak ada komentar:
Posting Komentar