harum ini mengingatkanku padamu
semerbak ini milik kita
masih ku ingat celoteh mungil mulutmu
membikin hatiku menjadi lembab bersenyuman di
udara
oh, turunan atas tahta hawa
hati ini milik kita
bulan berganti bulan berlalu dengan suka
aku tak menginginkan tubuh, tapi hatimu
sebentar saja melepas kepergianmu
aku sudah digantung rindu
mengenangmu adalah sebuah kezahiran cinta
membuka alam bawahsadarku terekam di ingatan
saat saat aku memikirkanmu
rupanya engkau datang membawa sekuntum
bunga yang dulu pernah kuberi
aku menutup mata sekira ini mimpi
airmata ditangis haru
engkau menyerahkan senyuman
duhai ..
Inilah cinta yang terajut tanpa kata mesra
inilah kerinduan yang tertahan sejak lama
aku bahagia memandang cintamu
inilah cinta kita .
rudy prayala
Jambi, 2010.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar