Selasa, 02 November 2010

MARI BERSUARA ; ATAS KEMATIAN BUNYI

Mari bersuara dengan bunyi, selain tajam muka
tikaman ucapan adalah kegelisahan gendang dan hati
atau senjata yang tak pernah habis pelurunya
seperti bunyi ketika ditembakkan

" Mari bersuara, supaya bunyi tak pernah mati "

pandanglah kedepan dimana muka menghadap
jika ada suara, jangan pernah diam
mengatur langkah tegap berdiri pada penghabisan berani
seperti peluru saat dilepaskan atas bunyi ketika ditembakkan

Tak bisakah suaramu bergerak pelan,
aku tidak pernah minta kau hormati
namun ingatlah namaku, bukan untuk harum
tapi untuk merdeka !




Rudy Prayala,
Jambi, 8 desember 2009

Tidak ada komentar:

Posting Komentar