Inilah malam terakhir yang kurindu dari buai
letak segala terkenang dalam gundah
"Apalagi selain musim yang Engkau inginkan, Tuhan !"
demi harum, kucium kenanga dalam melati setelah surga surga kurangkum dalam ranjang hati
Inilah malam terakhir yang kuakhiri dalam duka
Angin itu bertiup serta merdu nyanyian keberangkatan
Sampai tiba, kububuhi pesta para mata dengan ucapan yang lembut
: para mata adalah para hati yang membusukkan dirinya masing masing
ada juga yang menjaga kehidmatan
Malam terakhir kita tiba pun keranda rupa disiapkan malaikat pencabut nyawa
" Nyawa apalagikah yang engkau inginkan ! "
nyawa hatiku engkau cabut paksa, tiada rasa makna selain kemelut hati ; kemenangan tertunda .
Gemuruh hatiku dalam kehendak Tuhan
akan kujaga sampai aku mati
agar tak diketahui oleh siapapun kecuali terhadap waktu ; kemenangan yang wajar
"Dan malam terakhirku kuakhiri segera"
inilah malam terakhir yang kucumbui dengan airmata seadanya .
rudy prayala
Bekasi, 27 juli 09
Tidak ada komentar:
Posting Komentar