seharus nya ku semaikan wangi harum bunga
yang kupetik dari segala musim, pada usia mu kini
namun sepeti nya pelangi lupa warna
ada yang letih diantara syair yang kau gumam kan, maya
seharusnya kusematkan putik putik kata demi kata, yang mesti aku rangkum menjadi senyum mu
tapi gurindamku letih sajak
tunggu tidak maya
ini kali airku telah basah dari hujan,
pada setiap lorong kulihat senyum mu bersemi antara tangisku tumbuh
"suatu pagi yang cerah, denting suara mu sampai di telingaku, mengingatkan sebuah suana dimana engkau menjadi ratu dalam usia tertentu . Kau kirimkan seuntai daun berukir sajak sajak peringatan . Saat itu pula aku lupa mendayung perahuku yang harus nya ku kayuh lebih awal "
hingga padi menjadi nasi, dan harusnya senyum itu kita nikmati bersama .
10 JULI 2009
Tidak ada komentar:
Posting Komentar