Selasa, 02 November 2010

KALA SENJA

" jika boleh diperkenankan, berilah hamba kekasih yang lunak lembut kala ditatap "

kala senja di kereta kehidupan
Aku patahkan batang hidungku agar tak sanggupku ciumi aroma tubuhmu

kala senja aku layu,
tiadalah dirimu tiadalah senyumku terlihat merdu ;
sejuk segar wewangian engkau tanam, kala senja hatiku sendu

" jika boleh diperkenankan, berilah hamba kekasih yang suci nan hidup antara keramaian "

Akulah pencakar hatimu !
Kugores dan kubenamkan agar menyatu dengan hatiku
sedang engkau adalah malam yang memedihkan saat lukaku ternganga, mencairlah raga

Kita memasungkan hati masing-masing agar tak diketahui oleh siapapun, kecuali terhadap waktu
engkau menyembunyikannya dibalik binar mata
sedang aku membungkamnya di tempat yang wajar

kala senja
di atas puing puing hatiku yang telah engkau buang, aku memerahukannya agar tak tenggelam, tehadapmu atau siapapun, juga hatiku sendiri

kala senja
aku pun ikut tenggelam bersama dirimu yang telah kuanggap terbenam .






Rudy Prayala .
2009

Tidak ada komentar:

Posting Komentar