Masih menunggumu dalam kerinduan,
entah apa yang engkau punya hingga mampu mengajarkanku bagaimana cara yang indah untuk memikirkan sesuatu, pada hati yang masih ku letak diatas angan angan mimpi rumah cinta, kezahiran alam bawah sadar menjadi paradigma yang menumbuhkan kegelisahan, cinta
Masih menunggumu di reruntuhan gerimis . semakin hari semakin basah oleh cuaca, lantas apalagi yang engkau pikirkan
kita punya istana yang megah sendiri, lalu mengapa mendengarkan tangis . oh kesuma, lupakah engkau bahwa sebuah kesadaran masih mendekap kita .
Engkau telah mengajarkanku tentang bunga bunga pahit kasih sayang, zikirmu adalah letupan letupan manja yang diciptakan dengan sengaja .
Engkau menyentuh tanganku dengan kepastian, seperti kelembutan surga di tempat terindah, disanalah kelezatan cinta tumbuh, kau dan aku
engkau kesuma,
masih menunggumu dalam Asma doadoa .
kurangkum engkau; adalah senyum yang melukai airmata
rudy prayala
jambi, 23 oktober 2009
Tidak ada komentar:
Posting Komentar