Minggu, 07 November 2010

Buku Suara-suara Adam

SUARA-SUARA ADAM Solidaritas Sastrawan dari Indonesia, Singapura, Brunei dan Malaysia untuk Bencana Alam Gempa di Sumatera Barat 2009
ISBN : 9786028543453
Rilis : 2010
Halaman : 192p
Penerbit : Bisnis2030
Bahasa : Indonesia Rp.47.600

Suara-Suara Adam, adalah kelanjutan dari buku "Padang 7,6 Skala Richter" dan “Suara-Suara Nurani dan Kalbu” yang telah terbit sebelumnya. Masih tetap pada tujuan utama untuk mendonasikan buku-buku ini pada kemanusiaan, buku ini diterbitkan, utamanya untuk pemulihan musibah bencana gempa di Padang tahun 2009 yang lalu. Solidaritas dari sastrawan berbagai Negara, antara lain: Indonesia, Malaysia, Singapura dan Brunei, untuk disumbangkan pada kemanusiaan ini ditujukan bagi setiap insan yang mengalami penderitaan akibat bencana dan tragedi kemanusiaan. Semoga keberadaan buku-buku untuk kemanusiaan ini, bisa memberi manfaat kepada yang membutuhkan. Amin.

Daftar Penulis yang tergabung dalam buku "Suara-Suara Adam"

1. M. Yusuf Asni, S.Pd. / 7 2. Hardho Sayoko SPB / 15 3. Ahmad David Kholilurrahmad / 23 4. Harsandi Nugraha / Abu Rayhan / 31 5. Zen Mehbob / 39 6. Rudy Prayala / 47 7. Ampunan Awang (A-Ali) / 57 8. A pandi / 65 9. Anto Hprasto / 73 10. Kuni Ahmad / 79 11. Noval Jubbek/ 87 12. Pujangga Kelana Maya @ Maya Rizal / 97 13. Adhy Rical / 103 14. Ary Nurrohman / 109 15. Candra Malik / 117 16. Imron Tohari_lifespirit / 121 17. Bambang Priantono / 127 18. Nor Herman Maryuti @ Herman Mutiara / 135 19. Suci Damai SiBintang Ungu / 145 20. Neogie Arur / 151 21. Al Shine / 155 22. Aku Diriku / 163 23. Igir Alqatiri / 167 24. Yazid Musyafa / 177 25. Lea Willsen / 185

Pembelian buku SUARA SUARA ADAM dan buku buku lainnya bisa dilakukan secara on line di http://bookoopedia.com

Selasa, 02 November 2010

IZINKAN BUNGAMU UNTUK KUMILIKI

jika boleh memilih akan kurenggut segala harum
bunga
semerbaknya terus tumbuh diantara dedaunan
dan wangi pagi
semenjak itu wajahmu hadir diantara kelopak
mawar
menjadikannya seperti merah, cinta
aku tak mengerti sendiri
menatapmu itu seakan ada kebahagiaan baru
barangkali sebuah keanehan perasaan
dan wajahmu itu
seperti embun yang mampu meluluhkan hatiku
dimana letak malaikat malaikan saling mendoakan
dalam kebahagiaan kita
duhai wanita,
inilah cinta yang tertanam sejak lama
sejak mata kita beradu dan hati bertamu
diantara itu senyummu tetap tumbuh
memberikan warna segar di ingatan
duhai cinta
aku mengerti jika suka tak perlu kata mesra
namun ingatan tentangmu slalu hadir
izinkan ku titipkan salam hangat melalui bait bait ini
mewakili perasaan nan sedang bergejolak dalam
dada
mewakili kehendak akan bersamamu
dan menuai kebahagiaan
jika mata tak sanggup menatap,
dan bibir tak sanggup angkat bicara
maka biarkan kita tenggelam dalam cinta
seperti merpati pulang berdua di ufuk timur
seperti itulah aku mengutarakan cinta
maka izinkanlah kata demi kata sederhana ini
berlabuh di hatiku
demi seuntai rasa sayangku, terhadapmu .





rudy prayala
2010

INI CINTA KITA

harum ini mengingatkanku padamu
semerbak ini milik kita
masih ku ingat celoteh mungil mulutmu
membikin hatiku menjadi lembab bersenyuman di
udara
oh, turunan atas tahta hawa
hati ini milik kita
bulan berganti bulan berlalu dengan suka
aku tak menginginkan tubuh, tapi hatimu
sebentar saja melepas kepergianmu
aku sudah digantung rindu
mengenangmu adalah sebuah kezahiran cinta
membuka alam bawahsadarku terekam di ingatan
saat saat aku memikirkanmu
rupanya engkau datang membawa sekuntum
bunga yang dulu pernah kuberi
aku menutup mata sekira ini mimpi
airmata ditangis haru
engkau menyerahkan senyuman
duhai ..
Inilah cinta yang terajut tanpa kata mesra
inilah kerinduan yang tertahan sejak lama
aku bahagia memandang cintamu
inilah cinta kita .





rudy prayala

Jambi, 2010.

GERIMIS PADA KELOPAK MAWAR

Mengenang gelagat tawa yang mestinya kau hirup
di kedalaman embun saat engkau mencuci bunga
masihkah harum itu kau simpan, pril ?

Ah,
aku pasti akan tersenyum melihat tingkahmu tatkala mengumpulkan kelopak mawar
terkadang menyatu, terkadang berpecah
terus menerus membongkarpasangnya
sampai akhir berderai oleh ulah nakal jarimu
mukamu berubah pucat
satu persatu keringat bercucuran dari sarangnya
kau menangis,
sedang senyumku tidak lagi pada tempatnya

Hari hari kau lalui seperti batubatu di udara
kau terduduk lesu
aku masih enggan beranjak dari menatapmu
mata mungil itu tertuju pada kelopak mawar
berserakan disela pangkuan
perlahan basah oleh aliran sungai mengelus pipimu

cintamu seperti hujan
berjatuhan menyentuh hati para dewi
hujanmu adalah keindahan perasaan
merasuk jiwa dipersemaian hari

masih terduduk lesu, menatap layu kelopak mawar
air yang baik ialah air yang tak menginginkan tubuhnya basah
sebab airmata tak cukup menyejukkan hati kita yang tidak selalu basah
masih kau terdiam, pada kelopak mawar .





Rudy prayala
jambi 23 des 09

MARI BERSUARA ; ATAS KEMATIAN BUNYI

Mari bersuara dengan bunyi, selain tajam muka
tikaman ucapan adalah kegelisahan gendang dan hati
atau senjata yang tak pernah habis pelurunya
seperti bunyi ketika ditembakkan

" Mari bersuara, supaya bunyi tak pernah mati "

pandanglah kedepan dimana muka menghadap
jika ada suara, jangan pernah diam
mengatur langkah tegap berdiri pada penghabisan berani
seperti peluru saat dilepaskan atas bunyi ketika ditembakkan

Tak bisakah suaramu bergerak pelan,
aku tidak pernah minta kau hormati
namun ingatlah namaku, bukan untuk harum
tapi untuk merdeka !




Rudy Prayala,
Jambi, 8 desember 2009

KALA SENJA

" jika boleh diperkenankan, berilah hamba kekasih yang lunak lembut kala ditatap "

kala senja di kereta kehidupan
Aku patahkan batang hidungku agar tak sanggupku ciumi aroma tubuhmu

kala senja aku layu,
tiadalah dirimu tiadalah senyumku terlihat merdu ;
sejuk segar wewangian engkau tanam, kala senja hatiku sendu

" jika boleh diperkenankan, berilah hamba kekasih yang suci nan hidup antara keramaian "

Akulah pencakar hatimu !
Kugores dan kubenamkan agar menyatu dengan hatiku
sedang engkau adalah malam yang memedihkan saat lukaku ternganga, mencairlah raga

Kita memasungkan hati masing-masing agar tak diketahui oleh siapapun, kecuali terhadap waktu
engkau menyembunyikannya dibalik binar mata
sedang aku membungkamnya di tempat yang wajar

kala senja
di atas puing puing hatiku yang telah engkau buang, aku memerahukannya agar tak tenggelam, tehadapmu atau siapapun, juga hatiku sendiri

kala senja
aku pun ikut tenggelam bersama dirimu yang telah kuanggap terbenam .






Rudy Prayala .
2009

HAMPA

Dinding-dinding membaku beku
semua tingkah menggigit jantungku
angin-angin bermalam semu
hilang sudah keteraturan hidupku


siang sudah terasa kini
hari pagi tiada lagi
sedang malam ingin menemani
agar hidupku tiada sepi

Hampa hilang tiada melekat
ia datang dalam sesaat
tidak berwarna tidak pula pekat
apakah hidupku tiada manfaat .




Rudy prayala
2009

MENGINGATMU ; sebuah kezahiran cinta

Masih menunggumu dalam kerinduan,

entah apa yang engkau punya hingga mampu mengajarkanku bagaimana cara yang indah untuk memikirkan sesuatu, pada hati yang masih ku letak diatas angan angan mimpi rumah cinta, kezahiran alam bawah sadar menjadi paradigma yang menumbuhkan kegelisahan, cinta

Masih menunggumu di reruntuhan gerimis . semakin hari semakin basah oleh cuaca, lantas apalagi yang engkau pikirkan

kita punya istana yang megah sendiri, lalu mengapa mendengarkan tangis . oh kesuma, lupakah engkau bahwa sebuah kesadaran masih mendekap kita .

Engkau telah mengajarkanku tentang bunga bunga pahit kasih sayang, zikirmu adalah letupan letupan manja yang diciptakan dengan sengaja .

Engkau menyentuh tanganku dengan kepastian, seperti kelembutan surga di tempat terindah, disanalah kelezatan cinta tumbuh, kau dan aku

engkau kesuma,
masih menunggumu dalam Asma doadoa .

kurangkum engkau; adalah senyum yang melukai airmata




rudy prayala
jambi, 23 oktober 2009

SURAT UNTUK TUHAN

Tercatatlah sepucuk surat tulisan tangan karto.


Surat untuk tuhan

Kepada
Tuhanku
Yang ada dimana saja.

Allahuakbar
Ya Tuhanku yang aku sayangi, ini adalah hambaMu yang baru saja tiba. Pertama hamba mohon kepadaMu dengan segenap hati yang engkau titipkan kepada hamba., agar janganlah engkau menghukum hamba dengan hukumanmu yang engkau berikan kepada orang kafir sebelumnya..
Hamba tak sanggup ya Allah.
Mengenai hati milikmu yang sekarang sedang engkau lekatkan pada diri hamba, akan hamba isi dengan namaMu sebanyak-banyaknya. Hamba ingin berhamba padaMu dengan sebaik-baik hamba.
Izinkanlah agar sekiranya hamba dapat hidup di duniaMu lebih lama lagi. Demi mengecap kebahagiaan yang sesungguhnya. Berikanlah anugerah senyuman kepada hamba yang ingin hamba tuturkan nantinya. Ya Allah, hamba berjanji akan selalu mengeja namaMu dengan taat.
Sujud hamba.

Orang yang terhukum karena syaitan, KARTO.










rudy prayala
2010

TATKALA HATIKU

Seketika suara itu datang
ciptakan pekikan manja hatiku
Sebuah senyum seorang ibu melantun merdu, sekantong tawa ayah yang harum .

" ibu, ayah . . . Aku rindu kalian ! "







rudy prayala
2010

MALAM TERAKHIR

Inilah malam terakhir yang kurindu dari buai
letak segala terkenang dalam gundah

"Apalagi selain musim yang Engkau inginkan, Tuhan !"

demi harum, kucium kenanga dalam melati setelah surga surga kurangkum dalam ranjang hati

Inilah malam terakhir yang kuakhiri dalam duka
Angin itu bertiup serta merdu nyanyian keberangkatan
Sampai tiba, kububuhi pesta para mata dengan ucapan yang lembut
: para mata adalah para hati yang membusukkan dirinya masing masing
ada juga yang menjaga kehidmatan

Malam terakhir kita tiba pun keranda rupa disiapkan malaikat pencabut nyawa
" Nyawa apalagikah yang engkau inginkan ! "
nyawa hatiku engkau cabut paksa, tiada rasa makna selain kemelut hati ; kemenangan tertunda .

Gemuruh hatiku dalam kehendak Tuhan
akan kujaga sampai aku mati
agar tak diketahui oleh siapapun kecuali terhadap waktu ; kemenangan yang wajar

"Dan malam terakhirku kuakhiri segera"

inilah malam terakhir yang kucumbui dengan airmata seadanya .






rudy prayala

Bekasi, 27 juli 09

AIRMATAKU TUHAN !

Tuhan !
Izinkan aku rindu pada kelok airmata saat ku alirkan di hati pilu .

"Aku bukanlah nabi yang sujud pun menangis padaMu, layaknya adam, airmataku telah ku bikin sedalam mungkin, sejak rahim ibuku mengantongi sebuah isi, sejak tubuhku dibelai bunda "

sejak itulah maaf ku airmata seluruhnya .




rudy prayala
2010

Senin, 01 November 2010

KADO UNTUK KAKAK PEREMPUANKU

seharus nya ku semaikan wangi harum bunga
yang kupetik dari segala musim, pada usia mu kini
namun sepeti nya pelangi lupa warna
ada yang letih diantara syair yang kau gumam kan, maya

seharusnya kusematkan putik putik kata demi kata, yang mesti aku rangkum menjadi senyum mu
tapi gurindamku letih sajak
tunggu tidak maya
ini kali airku telah basah dari hujan,

pada setiap lorong kulihat senyum mu bersemi antara tangisku tumbuh

"suatu pagi yang cerah, denting suara mu sampai di telingaku, mengingatkan sebuah suana dimana engkau menjadi ratu dalam usia tertentu . Kau kirimkan seuntai daun berukir sajak sajak peringatan . Saat itu pula aku lupa mendayung perahuku yang harus nya ku kayuh lebih awal "

hingga padi menjadi nasi, dan harusnya senyum itu kita nikmati bersama .



10 JULI 2009

PADAM

Pulang aku pada engkau
Wahai gadis purnama malam
Ketika wajah pucat masam
Ketakutan dari wajahnya
Wajahmu pecah merahnya
Nyembur bumi bulan dilema


Alangkah padam hatiku padam
Puing menyala adalah bayangan
Bayang membayang kepada bayangan




7 JULI 2009

AKU KINI

Aku kini tinggal bangkai
membusuk antara semak semak belukar
tak tampak siapapun juga

tinggallah aku kini jadi rangka
tak sanggup telan ludah

susah sangat nelan ludah
serasa nyangkut kerongkongan
seakan pahit tertahan
tak masuk tidak juga keluar



7 JULI 2009

SEORANG BUTA

Penghujung dingin terlengang seorang buta berderap
pagi mengusap mata
air basuh muka subuh

seorang buta berharum bunga surga
lenggok megah takbiratul ihram
lantunan demi kata dari surga

seorang buta bertahiyat sayu
saat itulah luntur lelahnya
kerinduan menjamah seperti bulan di cahayanya
laksana angin pada sesuatu yang ditiupnya
" keikhlasan adalah kesembuhan sesungguhnya "

seorang buta larut pada asma doadoa
" Tuhan
izinkan rindu pada kelok airmata saat dialirkan dihati pilu
bukankah nabi yang sujudpun menangis padaMu
layaknya Adam
airmata telah dibikin sedalam mungkin
sejak rahim ibu mengantongi sebuah isi
sejak tubuh dibelai bunda seutuhnya
izinkan maaf seluruhnya "

seorang buta dicium malaikat bahunya
airmata bukanlah jawaban atas duka
sedih rasa lara sering berkepanjangan
tak ada yang lebih azimat daripada doa kita kepada Tuhan
" karna hidup adalah sesuatu yang khusyu'
ruku'lah bersama orang-orang yang ruku' "




rudy prayala
jambi 2009

Rabu, 27 Oktober 2010

HIDUP NEGERI KAMI

Negeri kami adalah hidup antara kota kota
yang di dalamnya terdapat taman bunga
engkau bisa memetiknya sesuka hatimu

Negeri kami adalah hati yang banyak penduduknya
udara bebas dan pasir berlian tak terhingga
aneka rupa warna rumput hijau sampai pepadian dan lautan yang luas
engkau bisa melihatnya di pematang huma
engkau boleh memetiknya dengan suka cita,
tapi tidak memungutnya
ME-MU-NGUT-NYA !

Siapapun engkau duhai !
Raja manusia atau raja singa sekalipun tak gentar
kami mengadah dagu
kalian coreng kami dengan suara belati
mengoyak paru-paru kami dengan nganga serigala
diam-diam curi tarian kami menjadi surga di rumahmu
dalam diam mencuci bersih laut kami
merusak penduduk kami menjadi kebodohan terpanjang sepanjang zaman
membunuh orang-orang kami dengan nyala racun duri

Hidup negeri kami kini terkikis
kami tak akan sadar sebab pemimpin kami ada yang seperti wajahmu
mereka lebih suka bermanis muka menopang dagu
menjilat penduduknya dan memeras tangis kami

Kami tidak akan marah dengan cara binatang setiap kali engkau menghajar kami
menyentuh bagian yang tak seharusnya kau sentuh

" kami hanya bisa berfikir, itu pun tak punya nyali "

Negeri kami adalah hidup yang selalu terkenang
yang di dalamnya sejumlah penjilat dan rasa lapar
engkau bisa membacanya di genangan airmata kami .





Rudy prayala
jambi, 5 desember 2009

KUPU-KUPU

Memandang kupu-kupu
ditanganmu indah sekali
lagi mempesona
sedang tanganku
masih ulat diatasnya

selalu ku bertanya
kupu-kupu darimana kau dapatkan
ingin pun ku membelai di
pelupuk mata atau
pelipur lara antara tidur dan jagaku

Alangkah indah warna mu kau miliki
bertanya hatiku dimana kau membeli atau kebun mana dipetiknya

Ya Allah,
kepompongku belum berubah jua
sementara tubuhnya basah airmata
cucuran curah keinginan
atas derak-derak kesedihan
inikah tanda sayang atau takdir yang berkembang ;

" kupu-kupu ditanganmu adalah sesuatu yang sesungguhnya dititipkan oleh Tuhan "





Rudy prayala
1 juni 2010

DI ATAS KAPAL


Waktu kini adalah yang dinantikan
membasuh diri, kolam angan-angan
gemuruh ombak menyisir sampan kenangan
hendak diapakan hidupku ini

Waktu kita hampir habis
ayo berenang supaya airnya menyatu
badan susah membelenggu pikiran
mati dikandung tanah
semakin kelam, semakin malam

Oi,
masih muda mengapa
airmata jatuh berderai
kian dekat, kian gaduh hati rasanya
sampai tiba di ujung
melabuhkan diri pada kehendak Tuhan
dengan sengaja, atau terpaksa .




Rudy Prayala
Tanjung karang,
1 juni 2010